Investigasi Misteri di Rumah Tua ( lanjutan 5)
Bagian lima dimulai dengan keempat sahabat yang berdiri di ambang lorong gelap yang baru saja terbuka. Getaran di lantai mulai mereda, tetapi suasana di sekeliling mereka semakin tegang. Udara di dalam lorong terasa dingin dan basah, seperti tidak pernah dijamah selama bertahun-tahun. “Ini pasti jebakan,” ujar Bimo sambil mundur sedikit, wajahnya menyiratkan ketakutan yang berusaha ia sembunyikan. Namun, Nia maju selangkah, matanya penuh tekad. “Kita tidak bisa berhenti sekarang. Apa pun yang ada di balik ini, kita harus tahu. Ini lebih besar dari yang kita kira.” Raka menatap Nia dan Sari, lalu pada Bimo yang masih ragu. “Kita sudah bersama-sama sejauh ini. Kalau ada yang mau mundur, sekaranglah waktunya.” Sari menggigit bibirnya, perasaan takut bercampur dengan rasa ingin tahu. “Aku… aku akan tetap bersamamu,” katanya, mencoba menguatkan dirinya sendiri. Bimo, meskipun jelas enggan, akhirnya menghela napas keras dan mengangguk. “Baiklah. Aku nggak akan ninggalin kalian.” ...