Investigasi Misteri di Rumah Tua ( lanjutan 2)
Mereka saling berpandangan sejenak, jantung berdegup kencang. Keraguan tampak di wajah masing-masing, tetapi rasa penasaran mengalahkan ketakutan yang menyelimuti mereka. Dengan langkah perlahan namun pasti, mereka mengikuti pria tua itu masuk ke dalam rumah.
Begitu pintu menutup di belakang mereka, udara terasa berbeda—lebih dingin, lebih berat. Bau kayu tua dan debu mengisi ruang, seolah tempat ini telah lama ditinggalkan. Namun, ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang hidup, yang bersembunyi di balik bayang-bayang.
Pria tua itu berjalan tanpa bicara, menuntun mereka melewati lorong gelap yang dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan usang. Wajah-wajah dalam lukisan itu tampak memandang mereka, seperti menyimpan rahasia yang tak terucapkan. Sesekali, suara lantai kayu yang berderit membuat mereka melompat kecil, merasa seolah-olah ada yang mengawasi.
Setelah melewati beberapa pintu, pria tua itu berhenti di depan sebuah pintu kayu besar yang tampak lebih kokoh dibandingkan yang lain. Ia menoleh, menatap mereka dengan tatapan tajam yang sulit dijelaskan—campuran antara peringatan dan kelelahan.
“Kalian yakin ingin tahu?” tanyanya perlahan, tangannya berada di pegangan pintu.
Salah satu dari mereka, yang tampak paling berani, mengangguk. "Kami sudah sejauh ini."
Pria tua itu menghela napas dalam, lalu memutar pegangan pintu dan mendorongnya terbuka. Apa yang mereka lihat di balik pintu itu membuat waktu seolah berhenti.
Ruangan itu besar, jauh lebih besar daripada yang mereka duga dari luar rumah. Cahaya remang-remang dari jendela-jendela tinggi menyorot sesuatu yang tak biasa—sebuah altar tua yang penuh dengan simbol-simbol aneh, dikelilingi oleh lilin-lilin yang sudah hampir habis terbakar. Di tengah altar itu, ada sebuah kotak kayu kecil dengan ukiran yang begitu rumit dan misterius.
“Kotak ini…” suara pria tua itu terputus sejenak, “menyimpan sesuatu yang kalian tidak akan pernah bisa kembalikan jika sudah terbuka.”
[HALAL] Purityfic Kids Multivitamin & Minerals 60 Tablet Hisap Australia Tambah Nafsu Makan Anak
Mereka berdiri terpaku, menatap kotak itu dengan perasaan campur aduk. Apa sebenarnya yang tersimpan di dalamnya? Dan lebih penting lagi, apakah mereka berani membukanya?
Pria tua itu melangkah mundur, memberi mereka ruang. "Pilihan ada di tangan kalian sekarang. Tapi ingat… ada harga yang harus dibayar untuk setiap rahasia."
Detik-detik berlalu dalam keheningan yang tegang. Mereka tahu, apapun keputusan yang mereka ambil, hidup mereka tidak akan pernah sama lagi.


Comments
Post a Comment