Investigasi Misteri di Rumah Tua ( lanjutan 6)
Bagian keenam dimulai dengan suasana hening setelah keempat sahabat berhasil keluar dari lorong gelap itu. Nafas mereka masih tersengal-sengal, dan ketegangan di antara mereka terasa semakin berat. Apa pun yang telah mereka bangkitkan dari dalam kegelapan itu terasa seperti ancaman yang semakin nyata. “Kita nggak bisa terus lari,” kata Raka, mencoba memecah kebekuan di antara mereka. “Kalau gerbang itu benar-benar membuka sesuatu yang berbahaya, kita harus mencari tahu bagaimana cara menutupnya.” Nia, yang masih memegang kain dengan simbol-simbol misterius itu, berpikir keras. “Mungkin simbol-simbol ini bisa memberi kita petunjuk lebih lanjut. Tapi kita perlu mencari tahu lebih dalam. Apa yang sebenarnya diwakili oleh ‘Gerbang Tersembunyi’ itu?” Bimo, yang biasanya selalu berkomentar sarkastis, kali ini benar-benar diam, terpaku pada ketakutan yang baru saja mereka alami. “Kita bahkan nggak tahu siapa atau apa yang sedang kita hadapi. Bagaimana kita bisa melawannya?” Sari, yang lebih s...